Dukung UMKM, BNI Kolaborasikan Program Training dan Financing

Jakarta – Indonesia menjabat sebagai presiden G20 sekaligus mengemban peran penting sekaligus bernilai strategis untuk mengakselerasi kinerja ekonomi pasca masa pandemi dan tantangan yang dihadapi berbagai negara di dunia.

Upaya negara menggunakan seluruh instrumennya, termasuk bank-bank milik negara, dinilai sangat penting, terutama dalam mendukung usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berharap pelaku UMKM tidak hanya dilihat sebagai pemain atau segmen informal. Sebaliknya bisa menjadi sektor formal karena kontribusinya terhadap perekonomian, ia mengajak juga untuk memperkuat berbagai kerjasama bagi UMKM dan kerjasama antar pihak.

“Melihat 97 persen lapangan pekerjaan disediakan oleh UMKM, maka bagaimana pemerintah tidak melihat UMKM hanya sebagai bemper ekonomi, kita tidak bisa hanya menunggu sektor formal tumbuh, tetapi mengubah paradigma agar kita bisa memperkuat UMKM yang ada, ” ujarnya dalam acara Tempo BNI Bilateral Forum 2022 di Ballroom Hotel Langham, Jakarta, Kamis (12/5/2022).

Teten melanjutkan, juga diperlukan bagaimana pelaku UMKM mampu menghasilkan lapangan kerja yang berkualitas, oleh karena itu sangat penting untuk memperkuat UMKM tersebut. Salah satunya penguatan sektor produksi untuk segmen ini, seperti di sektor pangan, pertanian, perikanan dan peternakan Republik Indonesia.

“Sekarang kita ingin mendorong sektor riil atau produksi, karena selama ini 63,3 persen masih di sektor perdagangan sehingga sektor produksi kita belum cukup kuat. Kami sedang mengembangkan model bisnis korporatisasi petani, yaitu mengkonsolidasikan petani kecil perorangan dan nelayan kecil yang tergabung dalam koperasi sehingga masuk ke dalam skala ekonomi,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Bisnis UMKM BNI Muhammad Iqbal mencontohkan di tengah pandemi, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI (kode saham: BBNI) telah berhasil fokus membantu UMKM dan menorehkan prestasi.

Sepanjang triwulan I tahun 2021, portofolio kredit UMKM BNI tumbuh positif sebesar Rp. 115,3 triliun yang menyentuh lebih dari 400.000 pelaku UMKM. Sementara itu, pertumbuhan didorong oleh berlanjutnya pemulihan ekonomi Indonesia pasca atau pasca pandemi.

Hal ini semakin menunjukkan bahwa BNI fokus pembiayaan UMKM di tengah pandemi Covid-19, kedepannya BNI akan mendukung para pelaku UMKM untuk lebih produktif melalui pendampingan UMKM dan dukungan pembiayaan yang berkelanjutan.

Sementara itu, proporsi kredit UMKM BNI per Oktober 2021 didominasi oleh segmen kredit kecil, yaitu sebesar 63,7% atau Rp. 73,7 triliun, diikuti oleh segmen menengah sebesar 35,6% atau Rp. % atau Rp. 0,9 triliun.

“Kami juga memberikan Xpora Training & Financing untuk mendukung UMKM agar lebih mengenal ekspor, apalagi perdagangan internasional semakin berkembang, hal ini membuat BNI percaya diri,” ujarnya.

Dalam forum yang digelar secara offline dengan protokol kesehatan ini, Iqbal menjelaskan, Kredit UMKM BNI berhasil menyumbang 10,3% dari total Kredit UMKM Nasional per Oktober 2021 terkait pangsa pasar. Hal ini menjadikan UMKM menjadi isu penting lainnya yang juga harus mendapat perhatian dalam Kepresidenan G20.

Hal itu ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang juga hadir memeriahkan Tempo BNI Bilateral Forum 2022.

“Saya berterima kasih kepada Tempo BNI Bilateral Forum 2022 hari ini. Pemerintah terus memperkuat partisipasi UMKM dalam ekosistem ekonomi digital dengan memfasilitasi perizinan, insentif fiskal/pajak, akses pasar, pembiayaan, pelatihan, pendampingan, dan akses bahan baku yang didukung oleh menciptakan fair playing field,” ujarnya.

Editor: Steven Widjaja

Leave a Reply

https://linktr.ee/slot_deposit
https://beacons.ai/mposlot_deposit
https://linklist.bio/slot_deposit
https://conecta.bio/slot-deposit
https://biolinky.co/slotdeposit
https://joy.link/slot-deposit
https://slotdeposit.start.page
https://ohmy.bio/slot-deposit