Mantap! Laba Bank Sulteng Terbang 69,63% Per Kuartal I 2022

(Foto: Net)

Jakarta – PT Bank Sulteng (Bank Sulteng) mencatatkan pertumbuhan laba bersih tahun berjalan sebesar 69,63% secara tahunan hingga triwulan I 2022. Laba Bank Sulteng meningkat dari Rp. 39,73 miliar pada Maret 2021 menjadi Rp. 67,39 miliar pada Maret 2022. Peningkatan laba Hal ini tak lepas dari pertumbuhan sejumlah pos keuangan.

Dengan penyaluran kredit yang meningkat 11,03% pada triwulan I 2022, Bank Sulteng mencatatkan pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 23,08% secara tahunan pada triwulan I 2022. Dari Rp 116,04 miliar pada triwulan I 2021 menjadi Rp 142,84 miliar per triwulan I 2022. Sementara itu, pendapatan lain-lain juga meningkat 40,68% secara tahunan dari Rp 10,58 miliar per Maret 2021 menjadi Rp 14,88 miliar per Maret 2022.

Kemudian, kerugian penurunan nilai aset keuangan terlihat menurun dari Rp. 13,23 miliar pada Maret 2021 menjadi Rp. 9,11 miliar pada Maret 2022. Selain itu, biaya tenaga kerja juga terpantau turun dari Rp. 41,25 miliar pada Maret 2021 menjadi Rp. 36,24 miliar pada Maret 2022. Secara keseluruhan, beban lain-lain turun menjadi Rp29,33 miliar pada Maret 2022 dari Rp31,96 miliar pada Maret 2021.

Kepala Divisi Perencanaan Strategis Bank Sulteng Mohammad Hasan Laminula menjelaskan, saat ini perseroan tengah menggenjot digitalisasi untuk mendukung ekspansi bisnis yang berkelanjutan. Ia mengungkapkan, back up dana dari salah satu rekanan kelompok usaha bersama (KUB) Bank Sulteng yakni CT Corpora sangat membantu pertumbuhan laba dan aset Bank Sulteng.

“Kami sudah bekerjasama dengan holding CT Corpora dalam skema KUB. Holding yang dimiliki konglomerat Chairul Tanjung diyakini dapat menjadi katalis permodalan, dan meringankan beban biaya Pemda Sulteng,” kata Hasan, kepada Infobanknews, saat ditemui beberapa waktu lalu.

“Dengan KUB ini juga diharapkan ekspansi bisnis Bank Sulteng dapat terjadi secara optimal. Digitalisasi yang menjadi katalis efisiensi dapat diterapkan untuk lebih mengefektifkan proses operasional yang pada akhirnya dapat berdampak pada pertumbuhan aset dan penyaluran kredit, “jelasnya.

Pengarang: Steven Widjaja

Leave a Reply

https://linktr.ee/slot_deposit
https://beacons.ai/mposlot_deposit
https://linklist.bio/slot_deposit
https://conecta.bio/slot-deposit
https://biolinky.co/slotdeposit
https://joy.link/slot-deposit
https://slotdeposit.start.page
https://ohmy.bio/slot-deposit